Info
Daftar Peserta Sayembara Buku Puisi Anugerah Hari Puisi Indonesia 2019

Daftar Peserta Sayembara Buku Puisi Anugerah Hari Puisi Indonesia 2019




Jakarta - Setelah melakukan pendataan secara menyeluruh sampai tanggal 2 September 2019, ada 207 buku peserta yang masuk untuk Sayembara Buku Puisi Anugerah HPI 2019. Berikut data lengkapnya yang disusun berdasarkan nomor urut kedatangan buku di meja panitia:

1. Untuk yang Pernah Merasa Sendiri di Kota Ini, M.Romyan Fauzan. 

2. Kenduri Waktu, Lukman A Sya

3. Sebelas Hari Istimewa, Ratna Ayu Budhiarti

4. Wanita Tua, Sumargono

5. Sejenak Kuberkata, Suhartiningsih

6. Memburu Makna, Soni Farid Maulana

7. Peristiwa Ringkas Sehabis Hujan, Soni Farid Maulana

8. Mereka Terus Bergegas, Bode Ruswandi

9. Buka Pintu Kiri, Afrizal Malna

10. Mencari Raden Saleh, Kurnia Effendi

11. Jalan Lain ke Majapahit, Dadang Ari Murtono

12. Akar Langit, Anugrah Isromi

13. Kereta Nisan, Dedi Tarhedi

14. Sang Pengembara, Tengku Muhammad Sum

15. Sesuatu yang Tak Pergi Di Malam Hari, D.Hardi

16. Pijar Api: zikir Puisi, Jumari HS

17. Kerokan: jalan Kesembuhan Yang Di Hapus Tuhan, Budi Setiawan

18. Rumah Kedamaian: 50 puisi Pilihan, Robertus Fahik

19. Panorama Senja, Jumari HS

20. Cinta Pertiwi (Senarai Puisi untuk Negeri) , Khaeriah, S. Pd.

21. Puisi Mini Puisi Midi, Rahmat Ali

22. Seseorang Keluar dari Telepon Genggam, Isbedy Stiawan ZS

23. Di Kaisan Ilalang, Atafras(Atrik Trisnowati Anisa Fitri Rasyida)

24. Mahasepi, Diansi

25. Vu: Berbilang Akar akar Mecubung, Irawan Sandhya Wiraatmaja

26. Memeluk Laut, Wanda Lesmana

27. Vyghur Beribu Kilo Meter Selangkah Kaki, S. Satya Dharma 

28. Sense, Fitriyanto

29. Mencintai Kamar Mandi, Rabu Pagisyahbana

30. Kalam dari Arafah, Eneng Sri Supriatin, M. pd.

31. Pejalan, Dharmadi

32. Air Mata Mangggar, Arif Hidayat

33. Perempuan dan Ombak, Selfina Maulany

34. Sultan, Tanjak, Keris Tak Malu Kita Jadi Melayu, Musa Ismail

35. Sajak Debu, Denny Lumban Gao

36. Catatan Sepenggal perjalanan, Tri Pudji Astuti

37. Engkau Api Dan Aku Air, Muhammad Amir Jaya

38. Keranda Bangkai Cinta, Teguh Wibowo (Real Teguh) 

39. Aksara Angin, Bayu Win

40. Puisi Kanvas, Wendoko

41. Jannani (Amsal Banjarbaru di Simpang Waktu) , Hudan Nur

42. Kesaksian Sebagai Isyarat, Ahmad Moehdor Al-farisi

43. Selamat Tidur, Malam, Ella Karentina

44. Ketika Tiba Tiba Kamu, Mita Katoyo

45. Sihir Hujan, Ristiya Herdiana

46. Wajah Senja, Yulia Kumudaswari

47. Kitab Laut, Tri Astoto Kodarie

48.Sajak Secangkir Air Mata(Syair Orang Sehat), Hamdani, S. Pd. 

49. Jika Jakarta Libur Sehari, Sudarmono

50. Mata Damar, Lamuh Syamsuar

51. Arakundoe dan Puisi puisi lainnya, Pilo Poli

52.Sains Puisi, Shinyane el Poesya

53. Jiwa Nan Sunyi, Abd. Samad

54. Lagu Pijakan, Nanang Ribut Supriyatin

55. Mata Ramarama, Sindu Putra

56. Wajah Gelap Manusia, Wisnu Adi Pratama

57. Sejumlah Tempat Bayanganmu Sekelebat, Ready Susanto. 

58. Montana, Muhammad Alfariezi

59. Jikalau Laut Dinyalakan, Abdul Kadir. 

60. A, B , Soetan Radjo Pamoentjak

61. Pemulung Diksi, Suyitno Ethex

62. Jejak Gerimis, Istianah

63.Pelangi Memeluk Hujan, Saeful Hadi S. sos. 

64. Semua Tetap Seperti Semula, Tarman Effendi Tarsyad

65. Autobiografi Kejahatan, SthirapranaDuarsa

66. Seperti Pintamu Kekasih, P. Nuraini (ponnoer) 

67. Pesona Indonesia, Nur Hidayati

68. Mengukir Asa dalam Kesederhanaan, Nur Hidayati

69. Monolog Di Tengah Salju, Priska Putri Asmiranti

70.Tanjakan Seribu Janji, Heryus Saputro Samhudi

71. Lelaki Semesta dan Kopi, Dhimas Wisnu Mahendra

72. Sekeping Hati Yang Terbuka, Kustantina Indah

73. Penyejuk Jiwa, Kustantina Indah

74. Pelajaran Bertahan, Didik Wahyudi

75. Sajak Negeri Seribu Budaya, Uswatun Khasanah

76. Untaian Mutiara Hati, Uswatun Khasanah

77. Manifestasi Koplo, Aditya Ardi A. 

78. Bunga Orang Orang Kalah, Sutirman Eka Ardhana

79. Perjalanan Debu, Fahmi Wahid

80. Aksara Yang Tertinggal, Hendri Efendi

81. Evil Good, Lisa Ning

82. Rohmantik, Irman Syah

83. Lelaki Menyimpan Kata Kata Di Saku Benaknya, Agusri Junaidi

84. Cinta Di Antara Dua Stupa, Wahyu Dhian Sakti Dewi

85. Serapah Sejarah, Umar Zein

86. Menjala Waktu di Lawang Sewu, Bambang Supranoto

87. Gonjong Patah, Syarifuddin Arifin

88. Arunika , Suwarno

89. Ganjil , Suwarno

90. Kecamuk Rasa, Khairul Anam

91. Membaca Tanda, Mahdi Idris. 

92. Mokolo, Chalvin Papilaya

93. Seribu Wajah Cinta, Zuzana

94. Menjemput Rindu, Ala Akkarena Daeng Sitonra

95. Bintang Siarah Cikole Sadrah, Khoer Jurzani

96. Nina Bobo, Nafri Dwi Boy

97. Tafakur Sunyi, Foeza Hutabarat

98. Wasiat Sunyi, Alvin Shul Vatrick

99. Derai Cinta dalam Tafakur, Endang Ade Rustandi

100.Tafsir Sunyi, Irawan Sandhya Wiraatmaja

101. Mozaik Senja, Dien Djusni

102. Alamat Rindu Dikutuk Rindu, Isbedy Stiawan ZS

103. Hujan dan Sunyi , Lingga Dwipa

104. Setapak Menuju Nun, Alvib Shul Vatrick

105. Mencatat Demam, Willy Fahmi Agista

106.Membeli Waktu, Ricky Syah R. 

107. Dikunyahkan Ribdu, Abdul Kadir Ibrahim 

108. kisah Yang Tak Sudah, Hidar Amaruddin

109. Perayaan Kata Kata, De Eka Putrakha

110. Kitab Ibu dan Kisah Hujan, Tjahjono Widarmanto

111. Menjadi Tanah, Damiri Mahmud

112. Kitab Air Pasang, Agus Hernawan

113. Puisi puisi ku Merindu, Subandriyah

114. Dialog Diam, Sigit Sulistio

115. Hari ini, Moh. Faiz Maulana

116. Guru Zaman Z, Yoyon Pujo Utomo

117. Ah, Mungkin Kau Lupa Aku Begitu Merindumu, Heri Isnaini

118. Memahami Anak Berkebutuhan Khusus, Lisana, S. Pd. 

119. Jejak Matahari Ombak Cahaya, Eddy Pranata PNP

120.Gunung Yang Tak Akan Kuceritakan Pada Ayah, Yunizar Nassyam

121. Neng Melati, MIM Yudiarto

122. Tirai Yang Terbuka, MIM Yudiarto

123. Bila Khamsin Berhembus, Nevatuhela

124. Air Mata Sungai, Bambang Widiatmoko

125. Hastabrata Di Istana, Ibnu PS Megananda

126. Tuliskan Saja, Jangan dikenang, Anti Kesuma

127. Perjalanan ,  I Komang Arsana

128. Di Sudut Kota Denpasar, I ketut Budiarsa, S. Pd. 

129. Jejakku, Siti Suci Winarni

130. Epilog Dua Hati, Lisa Mora Rangkuti

131. Terima kasih Cinta, Abdul Wahid Hasan

132. Amor Fati, Wayan Jengki Sunarta

133. Manifestasi Cinta Sejati, Murwantara

134. Natua-tua Parsaong Ulos Mangiring, Saut Poltak Tambunan

135. Munajat Rindu, Yuliana Enggoa

136. Jejak Cinta di Negeri Raja-Raja, Raymon Lemosol

137. Megatruh di Awal Senja, Moch. Sunaryo

138. Luka Yang Kau Hujani Berkali kali, Heny Taslimah Prayoga

139. Menuju Indonesia Unggul dan Bahagia, Waris Saputra

140. Pengantin Puisi, Yoevita Soekotjo

141. Siluet Senja dan Jingga, Riri Satria

142. Calung Penyukat, Kunni Masrohanti

143. Ekstase Hawa., Abidah El Khalieqy

144. Megatruh Nagari Kaler, Pungkit Wijaya. 

145. Perjanjian Tak Bernama, Yana Risdiana

146. Panorama Bumi Menoreh, Sigit Kurniawan Yunanto

147. Doa Seorang Koruptor, J.H. Tanujaya

148. Dari, A. Machyoedin Hamamsoeri.

149. Batu Batu Darah, Martin Da Silva

150. Marisa perwmpuan di Tepian Sungai Waeapo, Tsi Taura

151. Cadar Fajar, Adri Darmadji Woko

152. Doa Ikan Kecil, Ni Wayan Idayati

153. Petuah Ayah Ubah Lara Jadi Permata, Fini Marjan

154. Billoda Balladi, Soekoso D.M.

155. Kisah Di Penghujung Senja, Bagaskara Andhika Aryan Aka Widodo

156. Candu, Endah Priatiningsih 

157. Rindu Di Laman Hatimu, Parpal Poerwanto. 

158. Berhenti Menghitamkan Angin, Didit Setyo Nugroho 

159. Lantunan Anak Negeri, Rindang Djoko Triasmoro

160. Kardiovaskular, Kavya Atmaranti.

161. Geser Dikit Halaman Hatimu, Bara Pattyradja

162. Betinanya Perempuan , Nunung Noor El Niel

163. Menembus Puncak Halimun, Veronika Ninik

164. Dekap 2910, Sha Ly

165. Orang Gila dari Edgar, Iverdikson Tinungki

166. Kodifikasi Hati, Agit Prasetya

167. Masihkah Kau Ingat, Adi Arwan Alimin

168. Kunang Kunang Kertas, Geryopick

169. Jaring Waktu, D.M. Ningsih

170. Ibu, Izinkan Aku Senandungkan Rindu, Agus Nurjaman, S.Pd.

171. Postingan Instagram, Heri Maja Kelana 

172. Kubah Sajadah Murhum, Muammar Qadafi Muhajir

173. Impian dan Cita-citaku, Tri Nafiah

174. Kisah Dari Sunyi, Nestor Rico Tambunan

175. Renjana Cul De Sac, Aris Kukuh Prasetyo

176. Resonansi, Wahjudi Djaja

177. Nusa Sastrawi, Wahjudi Djaja

178. Manchuria Rumah Tangga Saudara Tua, Ganjar Sudibyo

179. Dolanan , Yuditeha

180. Kepak Cahaya, Rafif Amir

181. Kota Yang Mukim Di Kamar Kamar, Setia Naka Andrian 

182. Asteroid Dari Namamu, Galeh Pramudianto

183. Senandung Cinta Untuk Prajuritku, Tri Yulia Naafi 

184. Puzzle, Sevita Dwi Handaryati, M. Pd 

185. From Indonesia With Love, Nia S. Amira

186. Senandung Lirih di Kaki Tengger, Lina Retnowati

187 Ringgit Manggurit, Agus Triyanto

188. Menari di Bumi Panji, Siti Srah Endah

189.Sajak Jatuh Cinta , Tanti Ratna wulandari

190. Asa yang Tak Biasa, Dwi Pangruktiningtyas

191. Sebelum Ku Menutup Mata, Anim Kholifah 

192. Bait Bait Perjalananku, Rosalia Eko Sulistyowati

193. Tuah Uziah, Norham Abdul Wahab

194. Kanaya, Rini Intama

195. Mazhab Sunyi, Budhi Setyawan

196. Kereta dan Penyairnya, Julia Daniel Kotan

197. Metamorfosis Kupu Kupu, Saiful Huda

198. Dompet dan Boneka, Mustofa W. Hasyim

199. Syahwat Batu, Ali Ibnu Anwar

200. Filosofi Embun, Anim Kolifah

201. Rintihan Si Cantik, Tutik Wuri Handayani

202. Malam Setetes Mimpi, Radani Apriana

203. Perawi Sabda Ibu, Mohammad Rois Rinaldi

204. Membaca Lambang, Acep Zamzam Noor

205. Agitasi Pada Sebuah Pagi, Mohammad Ali Tsabit

206. Mengenangmu Di Jalan Penuh Warna, Idris Siregar

207. Air Mata Senja, Eko Saptini.


Catatan Penting:

a) Kemungkinan masih ada buku lain yang belum tiba ke meja panitia. Selama dikirim paling lambat 31 September 2019 (Cap Pos), buku masih akan diterima dan dimasukkan ke daftar.

c) Jika ada kesalahan ketik nama atau judul di data web ini, silakan koreksi ke: 087877513761 (Sofyan RH. Zaid) atau 0877 88484000 (Nana Sastrawan).
d) Jika ada yang sudah kirim, tapi belum terdata di daftar ini, silakan konfirmasi ke:  0859 2168 4703 (Ariany lsnamurti) atau 0813 1119 7048 (Nel Sukini).

e) Ada dua buku yang dinyatakan tidak lolos seleksi administrasi karena antologi bersama, bukan antologi tunggal.