Info
Seri Prangko Penyair Indonesia

Seri Prangko Penyair Indonesia


Pada tanggal 15 November 2018, Maman S Mahayana, Asrizal Nur dan Nana Sastrawan menghadiri pertemuan dengan Direktorat Jenderal Penyelenggaraan Pos dan Informatika dari Kementerian Komunikasi dan Informatika Republik Indonesia dan PT Pos Indonesia di Hotel El Royale Bandung. Dalam pertemuan tersebut membahasa tentang penerbitan prangko seri penyair Indonesia. Maman S Mahayana selaku ketua Yayasan Hari Puisi memberikan pandangan tentang pentingnya sastra bagi bangsa. Tidak hanya itu, dia juga menjelaskan keterlibatan penyair pada perjuangan bangsa untuk meraih kemerdekaan.

“Kita harus buat semarak peluncuran Seri Prangko Penyair ini di tahun 2019 pada peringatan Hari Puisi Indonesia! Jangan sepi-sepi aja,” tegas Maman S Mahayana.
Tentu saja agenda peluncuran Seri Prangko Penyair di tahun 2019 disambut baik oleh Ikhsan Baidirus sebagai Dirut PT Pos Indonesia yang hadir pada pertemuan tersebut. Pertemuan tersebut dilanjutkan dikediaman Evawani Chairil di Jatiwaringin pada tanggal 5 Desember 2018. Dalam pertemuan kedua itu selain membahas tentang perijinan kepada ahli waris penyair juga membahas tentang pemugaran peristirahatan Chairil Anwar di Taman Pemakaman Karet untuk dijadikan wisata kebudayaan, atau ziarah kebudayaan. Yayasan Hari Puisi akan mengupayakan kepada pihak Pemerintahan Daerah DKI Jakarta untuk membantu merealisasikannya agar para pelajar, mahasiswa, pelaku seni dan sastra dan para penikmat seni dan sastra dapat mengunjungi makam Chairil sambil mengenang peristiwa sejarah sastra Indonesia.
“Sebenarnya Bekasi pernah meminta memindahkan makam Chairil Anwar ke Bekasi karena ada puisi Karawang-Bekasi, tapi saya membaca satu puisi Chairil tentang peristirahat di Karet. Bagi saya ini semacam wasiat almarhum, jadi saya pertahankan makam Chairil tetap di Karet. Tapi, keadaannya untuk masuk ke makam Chairil itu kurang memadai,” ucap Evawani.
Pertemuan ketiga diadakan di Bekasi pada tanggal 14 Januari 2019 di Hotel Horison. Dalam pertemuan tersebut disepakati kerjasama antara Direktorat Jenderal Penyelenggaraan Pos dan Informatika dari Kementerian Komunikasi dan Informatika Republik Indonesia dengan Yayasan Hari Puisi Indonesia untuk mengurus perijinan ahli waris, peluncuran dan penentuan penyair-penyair yang terpilih pada program penerbitan Seri Prangko Penyair Indonesia. 
Inilah penyair terpilih untuk seri pertama Prangko Penyair Indonesia yang direncanakan tahun 2019 sudah diluncurkan.
1. Raja Ali Haji (1808 – 1873)
2. Muhammad Yamin (1903 – 1962)
3. Amir Hamzah (1911 – 1946)
4. Sutan Takdir Alisjahbana (1908 – 1994)
5. J.E Tatengkeng (1907 – 1968)
6. Chairil Anwar (1922 – 1949)