Info
Hasil Rapat Juri Sayembara Buku Puisi HPI 2018

Hasil Rapat Juri Sayembara Buku Puisi HPI 2018


Selasa, 30 Oktober 2018, Kamar nomor 119 Hotel Alia Cikini, Jakarta Pusat penuh buku. Buku peserta Sayembara Buku Puisi HPI 2018 yang dibawa masing-masing juri sebagai pilihannya. Buku-buku yang mereka seleksi dari 238 buku peserta secara keseluruhan.

Abdul Hadi W.M, Sutardji Calzoum Bachri, dan Maman S. Mahayana terlihat saling menukar buku yang mereka bawa dan khusyuk membacanya kembali secara saksama. Ketua Pembina Yayasan Hari Puisi, Rida K Liamsi yang baru saja meraih Anugerah Badan Bahasa 2018 untuk buku kumpulan puisinya Rose, serta Asrizal Nur selaku Ketua Panitia HPI 2018 turut hadir memberikan semangat. Ariyani Isnamurti selaku bendahara, dan Nel Sukini sebagai panitia penerima buku, terlihat sibuk mempersiapkan minuman dan makanan ringan. Suasana beku. Jarum jam kaku. Buku-buku tergeletak meramal nasibnya sendiri.

"Aku tak bisa memilih buku puisi yang isinya hanya sebatas permainan kata-kata belaka yang kering," suara berat Tardji mendadak memecah kesunyian. Tak ada balasan, hanya gema yang tersisa.

***
Sementara itu, Sofyan RH. Zaid selaku sekretaris juri, fokus mendata judul-judul buku pilihan masing-masing juri. Dari tiga data judul buku pilihan masing-masing juri itulah, kemudian dicari 3 judul buku yang pilihan yang sama, 2 judul buku pilihan yang sama, dan menandai judul-judul buku pilihan juri yang berbeda satu sama lain. Momen paling ditunggu pun dimulai. Masing-masing juri memberikan argumentasinya. Perdebatan tak terhindarkan. Suara-suara mereka kian keras dan tinggi. Dari jauh barangkali mereka bertiga terlihat sedang bertengkar. Dari dekat pun, sama, mereka memang sedang bertengkar. Pertengkaran untuk menghasilkan sesuatu yang baik dan ideal. Sebuah pertengkaran yang mahal.

Suasana yang beku berubah panas. Jarum jam yang kaku menjadi cepat. Dinding kamar diam-diam seperti merekam pertengkaran mereka. Mereka mempertengkarkan buku terkait 5 hal, yakni (1) model estetik; (2) capaian; (3) kecenderungan asyik sendiri dengan permainan kata; (4) pengambangan stilistika, baik bersifat sangat  individual, maupun yang bersifat terlalu lazim, dan (5) kedalaman pengolahan tema yang menjadi ciri khas, kontekstual, atau iniversal. 

Sesekali Rida menengahi mereka agar tidak terbawa emosi yang sia-sia. Sesekali Asrizal juga nyeletuk untuk mencairkan ruangan. Suasana kadang serupa 'pesta di tengah perang', kadang seakan 'perang di tengah pesta'. Suasana yang tak bisa dijelaskan secara utuh melalui kata-kata.  

Detik, menit, dan jam berlalu. Seluruh energi seolah terkuras habis untuk menetukan sang pemenang. Setelah sekali lagi Sofyan membacakan data hasil pertengkaran, Abdul Hadi W.M yang diberi mandat sebagai ketua dewan juri pun 'ketuk palu'. Selesai!

***

"Memberikan judul untuk buku dan puisi merupakan salah satu tugas berat penyair. Tahun ini, mereka seperti kesulitan menentukan hal itu," ucap Abdul Hadi di saat semua santai menikmati kelelahan.

"Itulah, Bang Hadi. Beberapa buku, puisi-puisi di dalamnya hanya diberi judul angka. Seharusnya mereka lebih kreatif memberikan judul, meski puisi-puisinya tematis," sambut Maman sambil menaruh gelas kopinya.

"Oya, Pak. Beberapa saya baca, prolog dan epilog bukunya terkesan lebih bagus dari puisinya sendiri," Sofyan nyeletuk


"Iya betul. Namun untuk menghindari keterpengaruhan, kata pengantar atau prolog, epilog, termasuk endorsemen, selalu kami abaikan. Jadi tak ada pengaruhnya sama sekali!" Tegas Maman. 

***

Siapa saja pemenang sayembara buku puisi HPI 2018? Di akhir rapat, semua sepakat bahwa, tanggal 18 November 2018, hari kedua Pesta Puisi Rakyat 2018 akan diumumkan 20 buku yang menjadi nominasi. Selanjutnya, pada Malam Anugerah HPI 2018, tanggal 29 Desember 2018, akan diumumkan pemenangnya, yaitu 5 Buku Puisi Pilihan dan 1 Buku Puisi Terbaik untuk menerima total hadiah Rp100.000.000,00 (seratus juta rupiah), piala, dan piagam penghargaan.

Itulah keputusan rapat dewan juri sayembara buku puisi HPI 2018. Selamat menunggu.