Info
Komunitas Seni dan Sastra Asahan Sukses Rayakan HPI 2018

Komunitas Seni dan Sastra Asahan Sukses Rayakan HPI 2018





Haripuisi.info – Komunitas Seni dan Sastra Asahan (KISARAN) sukses menggelar Perayaan Hari Puisi Indonesia (HPI) 2018 untuk pertama kalinya di Asahan, Sabtu (25 Agustus 2018). Acara yang dilaksanakan di sebuah Cafe River View yang berada tepat di bawah Pangkal Titi pinggir Sungai Asahan ini berhasil menyihir para tamu undangan dengan segala sajian pertunjukannya.

"Cafe River View memang memiliki tempat yang indah. Ada sentuhan romantis dari lampu-lampu taman di setiap tempat duduk para pengunjung. Dekorasi yang disajikan juga enak di pandang mata. Deru air Sungai Asahan pun yang tak jauh dari lokasi, terdengar putis memanjakan telinga. Tak salah jika tema yang diusung dalam perayaan HPI 2018 tersebut adalah Kecupan Puisi di Bibir Sungai Asahan," ujar Weeya selaku Ketua Panitia Penyelenggara.

Acara dimulai dengan petikan gitar akustik, sebuah penampilan Ansta Band yang dipayungi oleh KISARAN dengan meng-cover lagu Sebelah Mata dari Efek Rumah Kaca. Pengunjung kemudian berdatangan dan semakin menyesakki lokasi acara. Zio, sang pembawa acara kemudian memandu jalannya acara hingga selesai.



"Banyak aksi penampilan yang ditunjukkan oleh komunitas ini, yang diisi oleh Teater Bintang Man Kisaran, Ansta Band, Diskusikustik, dan lain sebagainya. Penampilannya berbagai macam, ada pembacaan puisi, senandung melayu, irama puisi tradisi, teatrikal puisi, hingga orasi budaya yang disampaikan oleh anggota DPR RI, Hinca IP Pandjaitan XIII," sambung Weeya kemudian.

Dalam Orasi Budaya, Hinca IP Pandjaitan yang juga merupakan putra daerah Asahan menyampaikan bagaimana filosofi sungai Asahan. Dirinya menjelaskan bahwa Sungai Asahan memiliki budi yang baik karena telah mengantarkan alir air Danau Toba menuju laut lepas selat Malaka. Ia juga berpesan agar anak-anak muda dapat mencegah hadirnya bahaya laten narkoba di bumi Asahan. Terakhir ia berpesan agar anak-anak muda Asahan tidak meninggalkan budaya. Sebab baginya, budaya adalah hal yang utama dan politik adalah cara memperjuangkannya.

Acara kemudian diakhiri dengan pembacaan puisi yang berjudul Kecupan Puisi di Bibir Sungai Asahan oleh pendiri Komunitas Seni dan Sastra Asahan (KISARAN), Arif Darmawan Hasibuan. Puisi yang dibawakan olehnya diiringi dengan sentuhan etnik musikal oleh Ansta Band yang diisi dengan personil diantaranya: Suganda Sasmitha, Riizky Salman Fachri, Edi Irwansyah, dan Fadil. Acara kemudian ditutup dengan kebahagiaan dan ramah tamah serta berswafoto bersama.